Monday, May 13, 2019

Analogi

Analogi ialah penggunaan contoh yang memiliki kemiripan dengan topik yang dibicarakan. Jika ada kata-kata yang menunjukkan kesamaan antara dua hal misalnya: “seperti, bagaikan, ibarat, dan sebagainya”. Kemungkinan argumen tersebut merupakan analogi. Dengan analogi kita dapat menjelaskan suatu hal ke orang yang belum mengerti.
Misalnya:
Siska ingin membuat adiknya yang baru masuk SD paham mengapa menyontek itu tidak baik .
Siska berkata: “kita tidak boleh menyontek, karena penyontekitu seperti pencuri. Ia mengambil milik orang lain diam-diam, ia pakai untuk diri sendiri, tapi pemilik aslinya tidak mendapatkan apa-apa.”.
Argumen diatas menganalogikan perbuatan menyontek sebagai pencurian mengapa menyontek adalah perbuatan buruk dikarenakan anak yang baru masuk SD akan lebih paham jeleknya pencurian dibandingkan dengan mengatakan bahwa menyontek bertentangan tujuan pendidikan.
Terdapat langkah-langkah untuk membuat analogi yang kuat dan mudah untuk dipahami sebagai berikut:
1. Contoh yang digunakan harus sesuai fakta. Pada dasarnya contoh ialah premis dari sebuah argumen.agar kesimpulan argumen kuat maka diperlukan premis yang bersifat fakta. contoh yang menggunakan cerita dongeng atau pribahasa itu membuat analogi kita lemah.

2. Pastikan contoh punya cukup banyak kemiripan dengan topik yang dibicarakan. Semakin banyak perbedaan antara dua hal, semakin lemah analogi tersebut. Contoh tidak harus sama persis dengan topik argumen.
 Misalnya:
Lihat contoh Siska tadi yang menganalogikan penyontek dengan pencuri penyontek mengambil pemikiran orang lain, sementara pencuri mengambil barang atau harta orang lain. Kedua-duanya sama mengambil milik orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Sumber: Youtube Latih Logika
             (Pelajaran 5- Analogi)

No comments:

Post a Comment