Pengertian Argumen dan Penalaran
Argumen bukanlah dua pihak yang saling cekcok dan adu mulut, padahal argumen berbeda dari adu mulut. Dalam adu mulut satu pihak percaya satu hal sedangkan pihak lain percaya dengan hal lain. Sesungguhnya argumen ialah serangkaian kalimat yang bersifat persuasif atau bertujuan untuk mengubah pandangan orang terhadap suatu hal. Misalnya : mengubah pandangan dari A ke B.
Yang membedakan argumen dengan opini biasa ialah syarat-syarat argumen:
Argumen harus terdiri dari beberapa kalimat
¤ Kalimat 1 menjadi kesimpulan
¤ Kalimat 2, 3, 4 dan seterusnya menjadi alasan atau dasar kesimpulan yang biasa disebut PREMIS. opini tanpa premis bukan argumen
Misalnya :
Rika berkata : “menurut saya, solusi radikalisme adalah memperkuat pengawasan aparat terhadap masyarakat”.
Budi menanggapi : “saya tidak setuju menurut saya, solusi radikalisme adalah peningkatan kualitas pendidikan”.
Percakapan diatas adalah adu mulut, karena mereka berdua tidak memberikan alasan dibalik opini masing-masing.
Tetapi jika budi berkata : “solusi radikalisme adalah peningkatan kualitas pendidikan, karena banyak kelompok radikal merekrut mereka yang berpendidikan rendah”. maka ini adalah argumen.
Argumen dapat di perdebatkan
Kalau tidak dapat di perdebatkan maka bukan argumen, seperti:
¤ Fakta, EX: “sifat air adalah......”
¤ Deskripsi, EX: “langit hari ini......”
¤ Penjelasan, EX: “pepohonan membuat udara menjadi sejuk di siang hari karena.....”.
Penalaran ialah proses penarikan kesimpulan dari premis-premis.penalaran terbagi 2, yakni :
> Penalaran deduktif : jika semua premis itu benar dan sesuai dengan fakta maka kesimpulan yang diambil pasti benar.
Contoh-contoh premis dan kesimpulan berikut :
¤ Semua murid yang memiliki nilai dibawah 60 harus mengikuti remedial.
¤ Nilai Ridwan 45, nilai Aisyah 50, nilai Budi 59.
Kesimpulannya: Ridwan, Aisyah, dan Budi harus mengikuti remedial kesimpulan ini sudah pasti benar.
> Penalaran induktif : walaupun premis benar atau sesuai fakta maka kesimpulannya belum tentu benar.
Contoh :
¤ Arif sekolah di SMA 1 dan jago matematika
¤ Budi sekolah di SMA 1 dan jago matematika
¤ Caca sekolah di SMA 1 dan jago matematika
Kesimpulannya : anak-anak yang bersekolah di SMA 1 jago matematika kesimpulan ini belum tentu benar.
Sumber : Youtube Latih Logika
(Pelajaran 3- Berbagai Jenis Argumen dan Penalaran untuk Melatih Logika)
No comments:
Post a Comment