Cara kerja berpikir otak manusia ada dua sitem yaitu:
1. Sistem I (bawaan/otomatis) : berpikir secara instan, dangkal, dan emosional.jika tanggapan kita terhadap informasi pada tahap satu maka kualitas tanggapan kita patut diragukan.
2. Sistem II (pakai usaha) : berpikir secara mendalam, sistematis, dan perlahan.digunakan untuk menyerap segala informasi secara rasional dan untuk memperkuatnya ialah dengan cara BERTANYA.
Setelah membaca dan mendengar suatu berita, ada hal-hal yang harus kita lihat antara lain :
1. Defenisi
mengenai defenisi suatu istilah, dalam suatu pernyataan meskipun kadang istilah tersebut sering kita dengar tapi bisa saja terdapat perbedaan dalam memahami istilah tersebut.
Contohnya terdapat dalam pernyataan tweet seperti ini : “Mereka yang mempunyai gagasan politik di kedua kubu pasti sebaldengan bully dan hoax. Ditengah noise, siapa yang mendengar suara mereka?”.
Dalam memahami teks diatas pertama-tama kita harus paham dengan mencari kata-kata kunci seperti mereka, kedua kubu, bully, hoax, noise. Kemudian kita pastikan bahwa pemahaman kita dengan pemahaman si pembuat pernyataan sudah sama dengan bertanya apa yang ia maksud, setelah itu barulah kita dapat menyikapi nya dengan sesuai.
Kita juga perlu mewaspadai kata-kata ambigu yaitu, suatu kata yang mempunyai banyak arti. Contohnya: teman kita berkata : “hanya kejahatan luar biasa yang layak diganjar dengan hukuman mati”. Dalam memahaminya kita harus dapat memahami kalimat kejahatan luar biasa.dikarenakan jika kita menanggapi pernyataan diatas sebelum memastikan bahwa pemahaman kita sama, maka diskusi sesudahnya akan penuh kesalah pahaman.
2. Konteks
Konteks memiliki kaitan dengan defenisi. Jika defenisi berhubungan dengan arti kata maka konteks berhubungan dengan latar belakang suatu pernyataan. Digunakan untuk memahami mengapa suatu pernyataan bisa muncul.
Contohnya: “wajib militer harus diberlakukan bagi seluruh warga indonesia yang sudah cukup umur”.
Untuk memahaminya tidak sebatas memahami kata kunci seperti wajib militer dan cukup umur , namun juga keadaan apa yang dapat memicu pernyataan tersebut muncul.Mungkin terdapat ancaman konflik bersenjata antar negara atau bahkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi krisis nasionalisme untuk mengembalikan rasa nasionalisme dalam diri anak-anak muda.
Sumber : Youtube Logika Penalaran
(Pelajaran 2-Melindungi Diri dengan Logika)
No comments:
Post a Comment