Generalisasi adalah pengambilan suatu kesimpulan dari suatu kelompok. Berdasarkan informasi tentang sebagian anggotanya. Kelompok itu bisa sebagai organisasi, suku bangsa, sejenis benda, atau topik tertentu. Sedangkan informasi tersebut bisa berupa pengamatan diri sendiri dari kelompok itu atau dari sumber lain. Penilaian informasi berdasarkan generalisasi tidak lengkap disebabkan pengambilannya berupa informasi sebagian kelompok tersebut maka kesimpulan yang didapat dari generalisasi bersifat (Dugaan). Contohnya:
“Tahukah Kamu? Bahwa orang Indonesia suka makanan pedas”.
Kata-kata diatas mungkin si pembuat pernyataan sering bertemu dengan orang yang suka makanan pedas atau dia sering menjumpai menu pedas disekitarnya yang menjual makanan Indonesia. Tidak mungkin dia telah bertanya kepada seluruh masyarakat di Indonesia dan mencoba semua makanan khas nya.
Jadi, anggaplah generalisasi sebagai dugaan yang mempunyai dasar yang kuat. Cara membuat sebuah generalisasi yang baik sebagai berikut :
1. Gunakan lebih dari satu contoh, Contohnya: Nana berkata : “ Pak Bayu, Pak Koko, Pak Budi, Pak Jojon, Pak Steven,dan Pak Alfi menolak untuk mebayar iuran sampah bulanan. Penghuni perumahan ini memang sangat kikir”.
Contoh diatas benar dikarenakan contoh yang digunakan banyak dan mencakup perumahan tersebut.
2. Gunakan contoh yang benar-benar mewakili keseluruhan kelompok, Contohnya: “Sebagian besar anak kelas 12 A diterima di Universitas Negeri. Karena itu, tingkat keberhasilan masuk Universitas Negeri di sekolah itu dapat dikatakan tinggi.”
Contoh diatas kurang kuat dikarenakan contoh yang digunakan tidak mewakili keseluruhan siswa kelas 12 di sekolah tersebut. Bisa saja sekolah tersebut mengumpulkan anak-anak yang pintar di kelas 12 A sehingga wajar bila sebagian besar siswa di kelas itu diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Jadi, kita harus mengambil contoh dari kelas-kelas lain.
3. Waspadai informasi yang tersembunyi, Contohnya: “Dalam satu tahun terakhir ratusan orang meninggal dalam kecelakaan bus. Karena itu, bus bukanlah transportasi yang aman”.
Sekilas argumen itu tampak kuat karena angka ratusan terdengar sangat besar. Akan tetapi, jika kita tahu ada belasan juta orang yang menggunakan bus dengan selamat selama satu tahun terakhir, maka persepsi kita akan berubah. Dengan kata lain seharusnya argumen ini menggunakan perbandingan antara jumlah korban kecelakaan dengan korban yang berpergian dengan selamat tidak boleh hanya satu faktor saja.
4. Pengujian generalisasi dengan contoh yang berlawanan ialah informasi yang bertentangan dengan kesimpulan generalisasi. Meskipun bertentangan, akan tetapi ia tidak akan melemahkan argumen malah bahkan menguatkan argumen, Contohnya: “Pemain sepakbola Liga Inggris digaji sangat tinggi”.
Diatas adalah contoh yang lemah karena kita tahu bahwa Liga Inggris terdiri atas banyak Divisi dan hanya divisi atas saja yang digaji sangat tinggi. Maka generalisasi yang lebih kuat ialah:
“ Umumnya, pemain sepakbola Liga Inggris digaji sangat tinggi, kecuali pemain dari klub-klub divisi bawah”.
Sumber : Youtube Latih Logika
( Pelajaran 4- Generalisasi)
No comments:
Post a Comment